Tuesday, 27 August 2013


Persahabatan dan silaturrahim.

Sekiranya engkau seorang sahabat - pandangilah aku.
Akan ku muliakan engkau dalam hati ku,
demikian pula aku kan berdiri di belakang mu -
Padakala saat engkau di buru celaru .
Janganlah sekali-kali Kau memandang persahabatan yang zahir tersurat .
Pandanglah persahabatan - dalam batin tersirat.
Biarkan permata silaturrahim itu terikat tanpa syarat.
Kalau benar engkau mencari persahabatan yang dilimpahi berkat,
Hati ku dan Hati mu akan menyatu lekat erat
Ketahuilah bahawa persahabatan itu rahsia batin,
Yang tak pernah membezakan antara pinta dan izin,
yang tak bertempat pada jirim dan jisim,
melainkan terbit dari hati yang alim,
dengan ikhlas menyahut sebuah silaturrahim,
Ayuhlah, wahai anak-anak adam dan hawa,
Aku tidak berbicara dengan bahasa ketawa,
tidak pula aku berbicara dengan bahasa pujangga,
kerna aku sedang berbicara dengan bahase hati jiwa,
Persahabatan itu harus mendasari jalan cinta sang Pencipta,
bukan sekadar melepasi kehendak dunia,
dijulang pada ketika bahagia,
dibuang pada ketika kecewa,
Akulah pendukung persahabatan,
Apakah engkau juga sedemikian?

via sang penyajaktimur 
(#mahar ke syurga@sanisurianakjawi)

Saturday, 20 July 2013




Mathnawi  telah lama ditinggalkan
Dulunya tempat dilebur hati lara
Bait kata metafora
Sarat dengan wacana alam
Kiasan ketuhanan

Mata merenung sangkar itu
Disepuh emas bertatah intan
Kelibat si mabuk pusingan tarian
Asyik masyuk keseorangan

Ada bibit cahaya putih
Sejuk dan tenang
Merungkai rantaian nafsu
Jasad lega hati fana seketika

Gadis itu merenung sangkar
Mata bundar mendongak
Pandangan lembut nan tajam
Jauh merentas sukma harapan
Bibirnya menguntum senyum
Biar nafasnya bagai terhenti
Menyesak istana sanubari
Sedetik cuma..
Seketika cuma..
Berat itu dirasa..
Wajah berseri itu berlalu pergi
Senyuman yang pasti..
Jejak nyata tiada awangan

Mathnawi yang berdebu..
Dicapai kembali
Sekadar mencari  titik sama
Atas apa yang diperhati

Grow Old With You



I wanna make you smile whenever you're sad
Carry you around when your arthritis is bad
Oh all I wanna do is grow old with you

I'll get your medicine when your tummy aches
Build you a fire if the furnace breaks
Oh it could be so nice, growing old with you

I'll miss you
Kiss you
Give you my coat when you are cold

Need you ...
Feed you ...
Even let ya hold the remote control

So let me do the dishes in our kitchen sink
Put you to bed when you've had too much to drink
I could be the man who grows old with you
I wanna grow old with you

LAWAN DERITA ITU

 

 

LAWAN DERITA ITU

Denai berliku memenat kaki melangkah
Pendakian diteruskan..menaik..menurun..
Lumpur semalam masih berbekas
Kelabu dan hitam..
Tubuh berpasir..
Wajah berdebu..
Lusuh..


Kau rasa langkahmu berat
Arus deras menongkah langkah
Percikan airnya dingin mencengkam ke tulang hitam
Hingga mata mu kabur
Melebur rasa tabah yang bersisa
Meluntur benih semangat yang dulu kersani nan waja


Lawan deritamu..


Semalam itu telah berlalu
Sebahagian darimu yang telah dicatat penaNya
Usah diratap tangis hingga ke semasa
Simpan sahaja silammu
Tuju apa tersedia di depanmu
Biar sedetik pun tidak kau tahu
Pandanglah kehadapan..
Kau bisa memilih dan menggenggam


Perangi deritamu...

Bangkitlah!
Hilangkan lumpur hitam di celah jemari mu
Kibaskan debu ditubuhmu
Tekup wajahmu seketika
Dalam pada nafas paling dalam dihela
Sirnakan lusuh hatimu
Kerana seputarmu ramai menghulur kasih


Ayuh!
Berontaklah dengan kuat pada rasa tidak berdayamu
Perangi terus pada apa yang menghambat jiwa nurani mu
Patahkan ranting-ranting yang menyulitkan perjalanan
Bajak tanah-tanah gersang..sirami..basahi..
Moga subur ia..


Teruskan jentera itu..
Perangi deritamu..
Jemputlah bahagiamu..
Dalam derita ada terselit bahagia
Sirnakan derita..suluhlah bahagia
Agar matamu hanya memandang bahagia
Dan derita menjadi fana...binasa..


Sesungguhnya Dia Maha Lembut terhadap hambaNya

Friday, 12 July 2013

Saturday, 6 July 2013

SAFAR HATI





Jasad masih di sini
Meronta ingin kelana pergi
Jasmani memburu ruhani
Telusuri cabang-cabang jalan
Hanya mampu bidik dari kejauhan

Terasa jauh
Sedang sememangNya dekat
Terasa gelap
Sedang sememangNya terang
Semakin lama jahil membukit
Ada rasa sakit nan menghimpit

Safar hati..
Beginikah rasanya
Sukma diri cuba bertafakur
Ada laku munafik dan jujur
Berbaur walau tidak bercampur
Sunyi di dalam ramai
Kadang terikut pula taufan dunia
Melayan isi dalaman
Memerhati dan introspeksi 
Mahu seperti angin kencang
Tapi laku seperti siput jalanan

Tertinta atas lembaran Agung
Akan kembara ini..
Tajam menikam sindiran
Dibelakang cerca umpatan
Ditertawa.. diperkecil 
Kering... Dingin..
Kurasa kerdil.. Terperosok..
Rangkak tetap diteruskan
Mengengsot..tidak mengapa..
Bukan nilai..
Bukan tinggi rendah duduk diri
Juga bukan laba kesenangan
Hanya..
Dia yang mengerti hati ini

Kembara ini telah dicatat Pena
Yakin Dia kuasa atas segala
KehendakNya KetentuanNya
Yakin tiada yang sia-sia

Mahu mencari pasak
Mahu ia mengakar subur
Menjanjang...mengikut rukun
Tepis bolak balik hati 
Kembara ini tetap berlangsung
Nyata atau rasa
Nyata dengan rasa
Nyata beserta rasa
Suci dicari yang utama 
EsaNya..Tauhid akanNya
Sampai waktu yang ditetapkanNya 
Faham itu..amal itu.. jazam itu..
Akan tiba dengan rahmatNya jua

Aduhai hamba..
Teruskan kembara ini
Kembara yang berdalil
Kembara yang terpandu
KepadaNya hamparan Qalbu

Berselang seli tamu dalam kembara
Bertukar ceritera kembara diri
Sulaman kata hikmah
Mencuci luka duka semalam
Semata atas Qudrah dan IradahNya


Kala ini..
Safar ini..Safar Hati..
Jasad ini akan pergi jua
Berkelana..kembara...
Mahu..menuju Ilahi




Sunday, 30 June 2013

 

Seiring Sejalan..Bisakah..

Jalanmu jalan nyata
Jalan ku jalan rasa

Berjalanlah engkau pada jalanmu
Dan aku pada jalanku

Engkau dan Aku
Kalau engkau hendak menemui aku

kan berjalan pula pada jalanku
Ushakan kita sejalan, engkau dan aku
Supaya tercapai yang di tuju

Kalau engkau mengatakan kita sejalan
Engkau harus dapat membuktikan
Bukti yang dimaksudkan
Ialah kesanggupan untuk menurutkan.


Engkau mempunyai keinginan
Aku mempunyai kesanggupan
Engkau di luar aku di dalam
Tempat mu di kiri aku di kanan

Berjalanlah engkau pada jalanmu
Untuk menjumpai aku lebih dahulu
Dalam perjalanan kita bertemu
Engkau dan aku


Aku yang engkau jumpai diperjalanan
Tidak akan engkau perdapat, kalau engkau tak tukar haluan
Kerana disaat itu aku keluar engkau ke dalam
Dan untuk mendapat aku, jalanku yang akan di turutkan

Berjalan pada jalanku
Berarti engkau besertaku
Dengan jalan itu engkau akan dapat mengenal aku
Aku yang selama ini terahsia bagi mu.

received from uncle..sh

Wednesday, 12 June 2013



be quiet and sit..and observe..and ponder..and contemplate..


Come, whoever you are! Wanderer, worshipper, lover of leaving. 
This is not a caravan of despair. 
It doesn't matter if you've broken your vow a thousand times, 
still and yet again come! ~Rumi

Monday, 10 June 2013

  

 

 Shadow and Light Source Both


How does a part of the world leave the world?
How does wetness leave water? Dont' try to
put out fire by throwing on more fire! Don't
wash a wound with blood. 
No matter how fast you run, your shadow keeps up. 
Sometimes it's in front! 
Only full overhead sun diminishes your shadow. 
But that shadow has been serving you. 
What hurts you, blesses you. 
Darkness is your candle. 
Your boundaries are your quest.
I could explain this, but it will break 
the glass cover on your heart, and there's no fixing that. 
You must have shadow and light source both. 
Listen, and lay your head under the tree of awe. 
When from that tree feathers and wings sprout on you, 
be quieter than a dove. 
Don't even open your mouth for even a coo.

From Soul of Rumi
by Coleman Barks

Wednesday, 5 June 2013


 “And you? When will you begin that long journey into yourself?” ~Rumi~

Mana Jalanku

Aku mundar mandir mencari-cari ia
Mereka juga dalam keadaan serupa
Ada terpandu, ada teraba-raba
Tetap mencari walau acapkali khilaf menyapa
Tapi ku lihat tetap ada titik yang sama

Aku mundar mandir mencari-cari
Benarkah ini yang ku jumpai
Atau adakah yang mahu ku lupai
Terkesima diri dalam sebuah pencarian
Dalam meladeni proses sebuah perjalanan

Jalan-jalan yang pernah ku telusuri
Setiap jalan ada kesan pada lubuk sanubari
Sama atau bezakah kesan itu pada mereka
Yang ku lihat bermusafir di jalan yang sama
Berbeza tapi sama, Tampak sama tapi berbeza

Zahirnya jalan yang sama
Bathin pula mungkin terpecah umpama pelangi
Mewarna diri dengan cara tersendiri
Yang terzahir pun masih aku tak mengerti
Apatah lagi yang terhijab nan masih tersembunyi

Tanpa paksa masih lagi aku mencari
Sebuah jalan yang amat aku dambakan
Namun aku masih tidak pasti akan cirinya
Yang aku pasti adalah rujukkannya
Dua yang utama, kekal adaNya

Melangkah dalam sebuah perjalanan
Simpang-simpang menggamit di hujung
Debaran meningkat di hati
Ke kanan.. ke kiri , terus atau ku undur lagi
Namun Ku lihat mereka terus berjalan tanpa henti

Ada waktu naluriku disentap cerca
Ada waktu hatiku diulit bahagia
Dalam melalui sebuah perjalanan
Aku belajar redha dan pasrah
Kerana ini sudah ditentukanNya

Belajar redha mengembara di setiap jalan
Mudah diungkap..mudahkah diperbuat?
Jalan yang ku lihat mereka lalui dengan mudah
Mengapa giliran ku terasa seperti ada berbuat salah
Tiap kali ragu menyapa, akan ku berhenti seketika
Meminta padaNya agar ditunjukkan
Jalan yang akan membawaku ke jalan Nya

God Bless The Broken Road

(Rascal Flatt)

 I set out on a narrow way, many years ago  
Hoping I would find true love along the broken road 
But I got lost a time or two  
Wiped my brow and kept pushing through  
I couldn't see how every sign pointed straight to you
Every long lost dream led me to where you are 
Others who broke my heart, they were like northern stars  
Pointing me on my way into your loving arms  
This much I know is true
 
That God blessed the broken road  
That led me straight to you -Yes He did
I think about the years I spent, just passing through  
I'd like to have the time I lost, and give it back to you  
But you just smile and take my hand  
You've been there, you understand  
It's all part of a grander plan that is coming true
 
Every long lost dream led me to where you are 
Others who broke my heart, they were like northern stars  
Pointing me on my way into your loving arms  
This much I know is true
That God blessed the broken road  
That led me straight to you
 
But now I'm just rolling home into my lover's arms  
This much I know is true
That God blessed the broken road  
That led me straight to you
That God blessed the broken road  
That led me straight to you


Ada lagu...ada cerita disebalik..
 ~God Bless The Broken Car~ @ Sg Rasah & Padang Jawa ;-)

Tuesday, 21 May 2013



~ILAIKA~

Syair Terakhir Imam As Syafie 

Ku persembahkan pada Mu
Tuhan sekelian makhluq, harapanku...
 Sekalipun aku seorang yang berdosa
Wahai Yang Maha Pemberi dan Pemurah
Tatkala keras hatiku
dan sesak perjalananku
Ku jadikan rayuan daripadaku
Sebagai jalan mengharap keampunan Mu
Maka bilamana Engkau yang memiliki keampunan
Menghapuskan dosa yang berterusan ini
Kurniaan Mu dan Keampunan Mu
adalah rahmat dan kemuliaan

Bukankah Engkau yang memberiku makan dan hidayah kepadaku
Dan janganlah Engkau hapuskan kurniaan anugerah dan nikmat itu kepadaku
Semoga orang yang memiliki ihsan mengampunkan kesalahanku
Dan menutup dosa-dosaku dan setiap perkara yang telah lalu
Sekiranya Engkau ampunkanku
Ampunkan dari kederhakaan
Kezaliman, penganiyaan yang tidak akan terhapus
di hari berhimpun kesedihan
Dan jika Engkau membalas siksa terhadapku
aku tidak akan berputus asa
sekalipun dosa-dosaku itu memasukkan aku ke neraka

Dia adalah seorang yang fasih ketika menyebut Tuhannya
Dan bilamana dia bersama selain Tuhannya di dunia ini dia membisu
Dia berkata: Tuhanku, Engkaulah tempatku meminta dan berharap
Cukuplah Engkau bagi yang berharap
Sebagai tempat bergantung dan memohon
ku pelihara  kasihku yang dicemari nafsu
dan aku jaga janji kasih yang telah tercalar
 di saat ku jaga, aku rindu, di saat ku lelap, ku berharap
Mengiringi langkahku dengan penuh semangat dan berulang-ulang

Maka dosaku adalah besar dari dulu dan kini
Sedang keampunan Mu yang mendatangi hamba adalah lebih agung dan lebih mulia




"Life without repentance is spiritual agony; to be absent from God is immediate death.
Life and death both are sweet with God’s presence: without God even the Water of Life is fire."
~Rumi~

Friday, 17 May 2013


SORROW....


Sorrow prepares you for joy.
~~~~
It violently sweeps everything out of your house,
So that new joy can find space to enter.
It shakes the yellow leaves from the bough of your heart,
So that fresh, green leaves can grow in their place.
It pulls up the rotten roots,
So that new roots hidden beneath have room to grow.
~~~
Whatever sorrow shakes from your heart, 
Far better things will take their place.


~RUMI~

"HARVESTER OF SORROW..."   ;)

Sunday, 12 May 2013

AFIQOH Feat PAK SAYA HAMBA

Adakah saya melihat puitis saya,
Mengapa seolah ada rasa yang tertunggu,
Mengapa seolah mengambil masa untuk saya
Mengenali diri 
Saya cuba untuk memahami,
apa yang terdetik di hati,
Namun saya sangsi,
Keliru tak mengerti..
Bila saya cuba mendekat,
Untuk mengerti yang tersekat,
Engkau macam menutup rapat,
Adakah diri benar-benar mencari ruang,
Untuk merais peluang,
Namun saya selalu terbuang buang,
Untuk itu,
Barulah harap-harap saya dapat mengerti,
Yang saya dapat adalah ihsan-MU,
Tidakkan saya dapat lihat lagi,
Segalanya,
Mengenai lakaran hidup segala atas kehendak-MU,
Rugilah jika dibiarkan masa ini berlalu,
Untuk memaafkan hati ini
Yang tak punya salah…
Diri akur salah..
Mencari ruang..
Ingin mendapat peluang..
Untuk mendengar denyutan nadi-MU ... hidayah-MU
Tiada daya dan upaya kami tanpa bantuan Engkau ... Ya Allah

p/s: diri masih dalam situasi ini....

Thursday, 25 April 2013

(Back...back...then...)


Hu...
"Alastu Bi Robbikum, Balaa Shahidnaa"
Luh Mahfuz menyimpan rahsia
Taat melindung Qada' dan Qadar hambaNya

Hu...
Ruh ditiup
Jasmani menyelimuti ruh dan nyawa
Sebuah kehidupan bermula
Gelap gelita disuluh NurNya

hu...hu...nafas turun naik menahan
Urat-urat halus terputus
Hatinya redha
Tiada jerih, tiada perih
Tiap saat sabar disulam kasih
Kanannya kelangsungan kehidupan
Kirinya syahid sebagai pengakhiran
Tawakal padaNya tongkat sandaran
dia yakin janjiNya pasti
Dari buah kasih yang dinanti
Akan mengalir doa yang tidak terhijab
Pabila ruh dan nyawa meninggalkan jasad
 
 
nukilan untuk seorang sahabat

Tuesday, 23 April 2013

 KEMBALI PADA TUHAN

(Maulana Jalaluddin Rumi Muhammad bin Hasin al Khattabi al-Bakri)

Jika engkau belum mempunyai ilmu, hanyalah prasangka,
maka milikilah prasangka yang baik tentang Tuhan.
Begitulah caranya!
Jika engkau hanya mampu merangkak,
maka merangkaklah kepadaNya!J
ika engkau belum mampu berdoa dengan khusyuk,
maka tetaplah persembahkan doamu
yang kering, munafik dan tanpa keyakinan;
kerana Tuhan, dengan rahmatNya
akan tetap menerima mata wang palsumu!
Jika engkau masih mempunyai
seratus keraguan mengenai Tuhan,
maka kurangilah menjadi sembilan puluh sembilan saja.
Begitulah caranya!
Wahai pejalan!
Biarpun telah seratus kali engkau ingkar janji,
ayuhlah datang, dan datanglah lagi!Kerana Tuhan telah berfirman:
“Ketika engkau melambung ke angkasa
ataupun terpuruk ke dalam jurang,
ingatlah kepadaKu, kerana Akulah jalan itu.”
Mode: sudah jatuh cinta ada bait bicara puisinya.. Tema Cinta kepada Yang Esa

Saturday, 9 March 2013

Mengesan Jejak Yang Hilang


Mengesan akannya
Mencuba sekian lama
Tanpa izin Nya
Tiadalah dapat berlaku ia

Mengesan akannya
Pelbagai langkah diolah
Bagai murid sekolah
Yang baru mahu melangkah

Mengesan akannya
Untuk jadi jambatan ilmu
Rangkaian bicara tanpa suara
Tiada bunyi hanya untaian bahasa 
Yang hakikatnya hanya warna-warna tinta

Mengesan akannya
Atas ketetapan Nya berlaku jua
Jejak yang hilang kini nyata
Ditempa agar tidak lupa
Tiada Daya Upaya Melainkan Dengan Kuasa Nya jua